Senin, 17 Oktober 2016
KEGIATAN BELAJAR 3 MASALAH DALAM KOMUNIKASI (PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI MODUL 4)
fungsi bahasa dalam berkomunikasi adalah untuk mengirimkan pesan.
jalaludin rahmat (1988) ada dua cara untuk mendifinisikan bahasa.
pertama, definisi bahasa sebagai alt fungsional yang melihat bahasa sebagai alat yang dimiliki bersama (socially shared means) untuk mengungkapkan gagasan.artinya bahasa hanya bisa dipahami bila ada kesepakatan antara anggota- anggota kelompok secara arbither (semaunya) oleh kelompok- kelompok.
kedua,definisi formal yang menyatakan bahwa bahasa merupakan semua kalimat yang terbayangkan,yang dapat dibuat menurut peraturan tata bahasa.
psikologi menjelaskan kemampuan orang berbahasa dan teory belajar dari aliran behaviorisme dan teory nativisme dari Noam,Chomsky.
asosiasi berarti melazimkan suatu bunyi dengan objek tertentu.
imitasi berarti menirukan pengucapan dan struktur kalimat yang didengarkanya.
peneguhan ungkapan kegembiraan yang dinyatatakan ketika anak-anak mengucapkan kata-kata dengan benar
a.keterbatasan pemakaian bahasa verbal
pertama,bahasa itu statis sedangkan realitanya dinamis
kedua,bahasa itu terbatas sedangkan realitas relatif tidak terbatas
ketiga,bahasa itu abstrak
1. abstraksi kaku
orang cenderung memakai istilah-istilah yang tinggi atau rendah sekali
2. identifikasi tidak layak
umumnya disebabkan oleh kesalahan dalam menempatkan berbagai macam objek kedalam satu kategori,atau disebut juga over-generalization(generalisasi yang berlebihan)
3.penilaian dengan memakai dua nilai
penggunaan dengan hanya memakai dua nilai,biasanya untuk mencari mudahnya saja dalam melukiskan keadaan
4. mengacaukan kata dengan rujukan
hal ini biasanya disebabkan oleh kecenderungan seseorang memakai ukuran menurut penilaiannya sendiri
KEGIATAN BELAJAR 2,: PESAN DAN MAKNA ANTARA WADAH DAN ISI (PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI MODUL 4)
data makna dn isyarat adalah bukan informasi jika tidak diberi makna oleh orang-orang yang mengindrainya. jadi informasi adalah makna dari simbol-simbol komunikasi, sedangakan jika kita ingat, baik dalam model shanon-weaver maupun dalam model- model lainya, yang tiada lain data, makna,kata,simbol dan isyarat
dari pengertian pesan tersebut,dapat pula diketahui bahwa wujud(bentuk) informasi adalah berupa pesan-pesan yang dikirimkan dan tentu diterima baik dalam bentuk kata,simbol atau isyarat.
A. MAKNA TENTANG KATA
dikutip dari fisher ada tiga macam makna:
pertama makna referensial, yakni makna suatu istilah mengenai objek pikiran ideal atau konsep yang ditunjukan oleh istilah itu.
kedua, makna yang menunjukan arti suatu istilah sejauh yang dihubungkan dengan konep- konsep lain . contoh dalam istilah phlogiston yang dicontohkan fisher.
ketiga, makna intensional, yakni arti suatu istilah atu lambang apa yang dimaksudkan oleh si pemakai dan arti lambang tergantung pada apa yang dimaksudkan oleh si pemakai dengan arti lambang itu.
B. TEORI MAKNA
fiske (1980) menyatakan makna muncul ketika sebuah sign yang mengacu pada suatu objek, dipakai oleh sebuah sign, saat itulah terjadi proses pembentukan makna didalam benak si pemakai
(triangle meaning theory) pun dibuat untuk menjelaskan proses terjadinya makna. hli yang menyusun teory segitiga makna adalah Charles S, pierce.
jika dihubungkan secara segitiga makna maka hubungan atar ketiga dimensi itu dapat memperlihatkan bahwa pemakaian suatu simbol (referential) itu didasarkan pengalaman atau pengetahuan (experential) pada objek yang dirujuk simbol tersebut adalah untuk menunjukan tujuan (purposeive) si pemakai.
dari pengertian pesan tersebut,dapat pula diketahui bahwa wujud(bentuk) informasi adalah berupa pesan-pesan yang dikirimkan dan tentu diterima baik dalam bentuk kata,simbol atau isyarat.
A. MAKNA TENTANG KATA
dikutip dari fisher ada tiga macam makna:
pertama makna referensial, yakni makna suatu istilah mengenai objek pikiran ideal atau konsep yang ditunjukan oleh istilah itu.
kedua, makna yang menunjukan arti suatu istilah sejauh yang dihubungkan dengan konep- konsep lain . contoh dalam istilah phlogiston yang dicontohkan fisher.
ketiga, makna intensional, yakni arti suatu istilah atu lambang apa yang dimaksudkan oleh si pemakai dan arti lambang tergantung pada apa yang dimaksudkan oleh si pemakai dengan arti lambang itu.
B. TEORI MAKNA
fiske (1980) menyatakan makna muncul ketika sebuah sign yang mengacu pada suatu objek, dipakai oleh sebuah sign, saat itulah terjadi proses pembentukan makna didalam benak si pemakai
(triangle meaning theory) pun dibuat untuk menjelaskan proses terjadinya makna. hli yang menyusun teory segitiga makna adalah Charles S, pierce.
teory segitiga makna juga dikembangkaan oleh ogden dan la richard,yang mengatakan bahwa makna muncul tatkala satu simbol yang mengarah pada suatu objek mengenai pikran sesorang.
kemudian littlejhon menyimpulkan bahwa makna itu mempunyai tiga dimensi.
pertama, dimensi referential yang berarti bahwa secara jelas kata-kata dan simbol yang lain dipakai untuk untuk mnunjukan objek.situasi,kondisi,pernyataan
kedua, dimmensi experential,artinya makna adalah bagian terbesar dari suatu pengalaman objek.
ketiga.dimensi purrposive yang maksudnya tujuan seseorang bertatap muka atau berkomunikasi
(mengirim dan menerima simbol) adalah aspek penting dari makna.jika dihubungkan secara segitiga makna maka hubungan atar ketiga dimensi itu dapat memperlihatkan bahwa pemakaian suatu simbol (referential) itu didasarkan pengalaman atau pengetahuan (experential) pada objek yang dirujuk simbol tersebut adalah untuk menunjukan tujuan (purposeive) si pemakai.
KEGIATAN BELAJAR 1, :KONSEP DAN TEORI INFORMASI (PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI MODUL 4)
A. PANDANGAN TENTANG INFORMASI
FISHER (1986) mengelompokan berbagai pandangan mengenai konsep informasi kealaam tiga buah variasi.PERTAMA,penggunaan istilah informasi untuk menunjukan fakta atau data yang bisa didapat selama tindakan komunikasi berlangsung.
KEDUA,penggunaan informasi untuk menunjukan mkna data.jadi menurut pandangan ini,informasi berbeda dari data.inforasi adalah arti maksud dari yang dikandung data.
perbedaan kemampuan memberikan makna juga bisa membuat oranghanya memperoleh banyak data,tetapi sedikit informasi
umumnya masalah penafsiran erat kaitanya dengan semakin banyak pengetahuan seseorang dengan objek yang hendak ditafsirkan besar kemunkinanya memperoleh informasi dari objek (data) tersebut.
KETIGA,istilah informasi menurut teori informasi,yang menganganggap informasi sebagai jumlah ketidakpastian yang dapat diukur dengan cara mereduksikan sejumlah alternatif pilihan yang tersedia.
informasi bersisfat memilih (selektif).
B. TEORI INFORMASI
teoti informasi muncul setelah claude shannon-werren weafer membuat model yang dipublikasikan pada tahun 1949 melalui bukunya yang berjudul the mathematical theory of comunication.model yang dibuat mereka terkenal dengan nama model shanon-weafer.tentu anda masih ingat dengan model tersebut,salah satu ciri khas model shannon -weafer adanya unsur noise.adanya faktor gangguan pada komunikasi,memungkinkan lahirnya konsep entrophy,situasi yang pasti tidak teratur. enthrophy inilah yang kemudian elahirkan konsep informasi.
informasi diukur dengan satuan pokok informasi yang disebut binary digit, yang populer disingkat bit.ciri informasi yang harus bersifat memilih (selektif) karena jika tidak ada alternatif atau hanya stu alternatif,berarti semuanya sudah pasti, dan itu bukan karakter informasi selamanya, mengacu pada situasi yang tidak pasti.
C. SIFAT INFORMASI: KETIDAKPASTIAN DAN MEMILIH
seseorang tidak akan bertindak secara serampangan,melainkan dengan cara tertentu, untu mengurangi jumlah alternatif yang benar - benar dapat menghilangkan ketidakpastian semisalnya, anda tidak enak badan mungkin anda bertanya, penyakit apa yang menyerang,flu setres atau hanya kelelahan? lantas anda ingat siang tadi anda kehujanan anda pun menarik kesimpulan menurut pengalaman anda anda sedang terserang flu berat, bukan stres atau kelelahan
D. MENGATASI KETIDAKPASTIAN DENGAN REDUNDANCY
tentunya anda tak merasa nyaman jika selalu dalam ketidakpastian (entrophy).
redundancy artinya pengulangan, baik dengan kata yang sama ataupun kata yang artinya sama, dengan tujuan agar pesan yang dikirimkan dipahami oleh komunikan.
juga dapat diatasi dengaan menambah tenaga (power) penyampaian pesan. contohnya dengan memperbesar volume suara anda misalnya dengan cara berteriak.
E. JENIS KATA DAN KUALITAS INFORMASI
pertama: tidak pasti pada objek tertentu
kedua: ketidakpastian pada hubungan antara satu alternatif dengan alternatif lainya
ketiga: ketidakpastian pada penilaian
tinggi rendahnya kualitas informasi dapat dilihat dri tingkat kegunaanya(usefull),nilainya (valuable),
faktualitasnya(faktual),keterandalanya (relible),ketepatanya (precision), dan kebenaranya(truth)
C. SIFAT INFORMASI: KETIDAKPASTIAN DAN MEMILIH
seseorang tidak akan bertindak secara serampangan,melainkan dengan cara tertentu, untu mengurangi jumlah alternatif yang benar - benar dapat menghilangkan ketidakpastian semisalnya, anda tidak enak badan mungkin anda bertanya, penyakit apa yang menyerang,flu setres atau hanya kelelahan? lantas anda ingat siang tadi anda kehujanan anda pun menarik kesimpulan menurut pengalaman anda anda sedang terserang flu berat, bukan stres atau kelelahan
D. MENGATASI KETIDAKPASTIAN DENGAN REDUNDANCY
tentunya anda tak merasa nyaman jika selalu dalam ketidakpastian (entrophy).
redundancy artinya pengulangan, baik dengan kata yang sama ataupun kata yang artinya sama, dengan tujuan agar pesan yang dikirimkan dipahami oleh komunikan.
juga dapat diatasi dengaan menambah tenaga (power) penyampaian pesan. contohnya dengan memperbesar volume suara anda misalnya dengan cara berteriak.
E. JENIS KATA DAN KUALITAS INFORMASI
pertama: tidak pasti pada objek tertentu
kedua: ketidakpastian pada hubungan antara satu alternatif dengan alternatif lainya
ketiga: ketidakpastian pada penilaian
tinggi rendahnya kualitas informasi dapat dilihat dri tingkat kegunaanya(usefull),nilainya (valuable),
faktualitasnya(faktual),keterandalanya (relible),ketepatanya (precision), dan kebenaranya(truth)
Langganan:
Postingan (Atom)
